Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Sistem Ferizy Eror, Ratusan Kendaraan Telantar Berjam-jam di Pelabuhan


Pena Nusantara
| LAMPUNG SELATAN
– Layanan pemesanan tiket penyeberangan digital Ferizy mengalami gangguan sistem (eror) secara nasional pada Kamis (9/7/2026). Kelumpuhan pada akses website, aplikasi, hingga proses check-in ini mengakibatkan ratusan kendaraan—mulai dari truk angkutan logistik hingga mobil pribadi—telantar hingga berjam-jam di area pelabuhan.


Berdasarkan keluhan di lapangan, antrean panjang ini berdampak langsung pada para sopir truk logistik. Dodi, salah satu sopir truk, mengaku sudah tertahan selama tiga jam tanpa kepastian akibat sistem tiket yang bermasalah, keterlambatan pengiriman ini secara langsung mengancam pendapatannya.


Kerugian serupa disampaikan oleh Tambunan, sopir logistik yang sudah menunggu lebih dari dua jam. Selain membuang waktu tempuh operasional, ia terpaksa mengeluarkan biaya ekstra lebih dari Rp50.000 untuk tambahan uang makan selama antre. Kondisi penuh tekanan juga dialami Alvian, sopir asal Jakarta yang membawa muatan dari Sumatera. Ia mengaku terus dikejar target waktu dan didesak oleh pihak kantornya karena terlambat dari jadwal akibat penumpukan di pelabuhan.


Kekecewaan Penumpang dan Minimnya Sosialisasi

Tidak hanya memukul sektor logistik, kelumpuhan ini juga mengorbankan mobilitas penumpang kendaraan pribadi. Djaelani, pemudik asal Aceh dengan tujuan Jakarta, mengaku telah menunggu sejak pukul 15.00 WIB tanpa kejelasan,situasi di lapangan diperburuk oleh minimnya informasi dari petugas pelabuhan. Acu, penumpang rombongan asal Palembang tujuan Bogor yang telah tertahan lebih dari satu jam, menyesalkan lambatnya komunikasi. 


Merespons kelumpuhan layanan ini, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pengguna jasa. Ia memastikan pihaknya telah memberlakukan contingency plan (rencana darurat) di seluruh titik operasional pelabuhan yang terdampak. Pembelian tiket tetap dapat dilakukan di pelabuhan (go show) dengan metode pembayaran non-tunai (cashless), sementara proses penerbitan tiket dan pelayanan dilaksanakan secara manual sesuai prosedur operasional hingga layanan digital kembali normal.


Untuk mengurai kepadatan, seluruh jajaran operasional ASDP di lapangan telah diinstruksikan untuk memperkuat layanan, memberikan pendampingan langsung kepada penumpang, serta memastikan keamanan operasional penyeberangan. Pada saat yang sama, tim teknis ASDP mengeklaim terus melakukan penanganan secara intensif untuk mempercepat pemulihan akses server Ferizy.(ROY)

Posting Komentar

0 Komentar